Jumat, 02 Desember 2016

Sejarah singkat Muhammadiyah


Muhammadiyah berasal dari kata bahasa estimologis Arab "Muhammad" yaitu nama Nabi atau Rasul yang terakhir. Orang Jawa menyebutnya Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Kemudian mendapatkan "ya nisbiyah" yang artinya menjeniskan.

Jadi, asal-usul sejarah nama Muhammadiyah berarti umatnya Muhammad atau pengikut Nabi Muhammad Saw. Yaitu semua orang yang menyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan pembawa pesan Allah yang terakhir untuk menyebarkan ajaran Islam dan tauhid.

Dengan demikian, siapapun yang beragama Islam maka dia adalah orang Muhammadiyah, tanpa dilihat atau dibatasi oleh perbedaan organisasi, golongan bangsa, geografis dan etnis.  Ini adalah arti dan makna muhammadiyah dilihat dari perspektif bahasa. Kemudian, arti istilah atau terminologis Muhammadiyah dalam kacamata organisasi yang muncul dibawakan oleh KH Ahmad Dahlan adalah gerakan Islam yang bersiafat dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, berasas Islam dan bersumber Al Qur'an dan Sunah.

Dan berdirinya Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 H, yakni bertepatan tanggal 18 November 1912 M di kota Yogyakarta. Gerakan ini diberi nama Muhammadiyah dengan maksud untuk berta'faul (berpengharapan baik), dapat mencontoh dan meneladani jejak perjuangan nabi Muhammad SAW dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam semata-mata demi terwujudnya Izzul Islam wal Muslimin, kejayaan Islam sebagai idealita dan kemulian hidup umat Ilam sebagai realita
Setelah sepulang dari Mekah, KH Ahmad Dahlan mendalami Al Qur'an dengan menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isi Al Quran. Sikap KH Ahmad Dahlan sesunguhnya dalam rangka melaksanakan firman Allah sebagaimana yang tersimpul dalam dalam surat An-Nisa ayat 82 dan surat Muhammad ayat 24 yang pada dasarnya adalah melakukan taddabur atau memperhatikan dan mencermati dengan penuh ketelitian terhadap apa yang tersirat dalam ayat Al Quran.

Sikap seperti inilah yang dilakukan KH Ahmad Dahlan ketika menatap surat Ali Imran ayat 104  yang berbunyi: "Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru  kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung."

Memahami seruan diatas, KH Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangan sebuah perkumpulan, organisasi atau persyarikatan yang teratur dan rapi di mana tugasnya melaksanakan misi dakwah Islam amar Makruf Nahi Munkar di tengah masyarakat Indonesia.

Mula-mula ajaran awal yang menjadi embrio sejarah berdirinya organisasi Islam Muhammadiyah ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabaran KH Ahmad Dahlan, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya meskipun dengan perjuangan yang berat dan "berdarah-darah". Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau yang mengingatkan kita kepada sosok Nabi Muhammad Saw.

Dalam waktu singkat, ajaran ideologi Muhammadiyah yang dibawa KH Ahmad Dahlan menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan luar Pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut, maka didirikan persyarikatan Muhammadiyah. Berawal dari pembentukan perkumpulan organisasi Muhammadiyah sebagai bentuk manifestasi ideologi yang dibawa KH Ahmad Dahlan, kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air dan menjadi organisasi Islam berpengaruh di Indonesia.

Demikian sejarah singkat berdirinya Muhammadiyah di Indonesia yang dibawakan oleh KH Ahmad Dahlan yang bisa menjadi cermin dan refleksi diri betapa organisasi Islam Muhammadiyah yang sangat besar di Indonesia ini bermula dari perjuangan berat dari seorang yang berusaha memahami Islam secara kaffah dan benar. Semoga artikel sejarah singkat berdirinya organisasi Islam Muhammadiyah ini bermanfaat.

Televisi sebagai media belajar /FAI UHAMKA



Siti Nurrokhmah 
Email : Sitinurrohmah566@gmail.com

Bab I
Pendahuluan
Dewasa ini hampir setiap kehidupan tidak terlepas dari dengan yang namanya teknologi. Dari mulai kita bangun tidur hingga tidur kembali kita selalu berhubungan dengan teknologi. Televisi telepon, radio, lemari es, kompor, listrik dan lain-lain merupakan produk teknologi yang dapat mempermudah kegiatan kita sehari-hari. Jadi teknologi memiliki peran penting untuk mengefisiensi kegiatan sehari-hari. Teknologi muncul dikarenakan adanya kebutuhan manusia pada zaman purba. Mereka membuat alat-alat sederhana yang dapat membantu memudahkan pekerjaan mereka. Kemjuan teknologi dan komunikasi adalah salah satu faktor yang menunjang usaha pembaharuan pendidikan. Pemerintah dan masyarakat telah menyadari akan pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi kuminikasi dalam rangka mempeluas dan meningkatkan pembelajaran kepada masyarakat
Dan salah satu teknologi yang sangat berpengaruh penting terhadap kehidupan bangsa ini adalah media televisi. Apa yang ditayangkan oleh tv memiliki peran penting dalam mengubah pola pikir masyarakat disuatu bangsa. Tayangan televisi sebenarnya memiliki beberapa peran dalam masyarakat. Peran-peran tersebut ialah sebagai media hiburan, pendidikan, informasi, dan media promosi. Menurut Subroto (1994:17), televisi sebagai media massa memiliki fungsi sebagai media pendidikan, hiburan, dan promosi.
Sebagai media hiburan, televisi memberikan masyarakat berbagai tontonan segar. Adapun  beberapa macam tayangan tersebut, antara lain sinetron, komedi, kartun, film, dan drama. Di sini, tayangan televisi akan menghibur masyarakat dan menyegarkan kembali pikiran setelah seharian beraktivitas. Setelah beraktivitas, tentunya masyarakat akan merasa lelah dan penat sehingga dibutuhkan suatu solusi yang tepat untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menonton televisi. Tayangan televisi juga berperan sebagai media pendidikan. Lewat tayangan televisi, kita telah melakukan pembelajaran audio visual.
Belajar meruapakan hal yang sangat penting untuk kelanjutan hidup manusia. Manusia harus terus belajar untuk memenuhi tuntutan kehidupan, dan tuntutan zaman yang semakin maju. Tidak seperti zaman dahulu, belajar hanya bisa dilakukan secara formal di sekolah. Namun pada zaman sekarang, semakin majunya zaman, teknologi semakin canggih, manusia semakin mudah untuk beraktifitas, begitupun dengan belajar tidak hanya didapat dari bangku sekolah saja.

1.     Tinjauan Teori/Konsep
Kata atau istilah televisi berasal dari kata “tele” yang berarti jauh dan “vision” yang berarti tampak. Jadi televisi berati melihat dari jauh. Televisi adalah alat penerima informasi berupa gambar dan suara yang dapat menerima transmisi gambar dan suara secara langsung (real time). Kurniawan, (2010: 8)
Kata televisi berarti “melihat dari kejauhan”. pada mulanya televisi dimaksudkan sebagai suatu cara lain untuk menyiarkan program-program berita dan hiburan-hiburan tetapi dengan gambar, seperti yang dilakukan siaran radio untuk suara. Grob, (1999:1)
Menurut Sudrajat (1978), televisi adalah suatu perlengkapan elektronik yang pada dasarnya adalah sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Dengan demikian gambar yang terdapat pada televisi merupakan lambang komunikasi yang dapat dilihat dan didengar pada waktu yang sama. Televisi ditinjau dari fungsi dan peranannya ditengah-tengah masyarakat sebagai salah satu media yang potensial, terutama dalam rangka mendidik masyarakat, misalnya tentang kesehatan dirumah, belajar memasak, membuat kerajinan, ada pendidikan agama melalui ceramah agama dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik. Kartikasari, (1995: 30‎)
Menurut KBBI, Televisi artinya adalah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar.
Media berasal dari bahasa latin yang mempunyai arti “antara”. Makna tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi dari suatu sumber kepada penerima. Sejumlah pakar membuat pembatasan tentang media, diantaranya yang dikemukakan oleh Asociation of Education and Communication Tecnology (AECT)Amerika. Menurut AECT, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari sumber kepada penerima.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima. Tujuannnya adalah merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran media. Selain digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh, dapat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi. Uno, (2010: 121)
Masyarakat dalam bahasa Inggris disebut Society, asal katanya scius yang berati kawan. Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk, artinya bergaul. Para ahli seperti Maclver, J.L, Gillin, dan J.P. Gillin sepakat, bahwa adanya saling bergaul dan interksi karena mempunyai nilai-nilai, norma-norma, cara-cara dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu, yang bersifat berkelanjutan dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Soelaeman, (2000:122)
                                                   Bab II
                                            Pembahasan
1. Perkembangan televisi
Perkembangan televisi sebagai media massa elektronik pada awalnya dimulai dengan hadirnya kamera televisi yang ditemukan oleh Vladimir Zworykin pada tahun 1923. Sampai pada tahun 1948 kehadiran televisi dianggap diperuntukkan bagi masyarakat elit. Baru ketika pada tahun 1946 tahun 1948 televisi mulai menyiarkan berita dan hiburan secara teratur maka perkembangan televisi sebagai media massa memasuki tahap populer samapai dengan tahun 1987. Arahan program-program televisi secara spesialisasi terjadi baru sejak tahun 1980 an yang memperkenaalkan aplikasi gabungan jaringan televisi kabel yang memberkan kemungkinan khalayak dapat memilih chanel sendiri untuk pilihan program tertentu. Bahkan pada jaringan yang lain telah diaplikasikan pemesanan produk dari pasar swalayan karena khalayak telah menonton iklan produk itu lewat televisi. Liliweri, (1991:15-16)
2. Pengertian televisi sebagai media pembelajaran
Pada saat ini masyarakat masih banyak yang berpendapat bahwa televisi adalah tergolong dari suatu benda yang mewah dan banyak mudorotnya atau banyak keburukannya dibandingkan manfaatnya bagi. Hal ini tidak lain karena pada zaman moderen ini banyak sekali tayangan-tayangan yang tak semestinya ditayangkan, seperti adanya film yang menayangkan tragedi KDRT atau aksi-aksi pemukulan dan terlebih-lebih pemerkosaan. Hal ini sangan tidak baik jika ditonton oleh anak yang masih dalam masa pertumbuhan, karena dapatmempengaruhi keadaan psikisnya. Hamalik, (1986:136)
Namun tidak sedikit pula tayangan televisi yang memberikan tontonan yang bermanfaat bagi masyarakat, dan dianggap dapat mengubah perilaku masyarakat kearah yang positif. seperti, tanyangan keagamaan berumah ceramah agama, tayangan memasak yang dapat memberikan informasi tentang resep masakan, tayangan masa kini yang menyajikan informasi mengenai pengetahuan keagamaan yang dikemas dengan sedemikian rupa sehingga masyarakat lebih mudah mencerna. Siaran televisi (TV) merupakan media yang sangat ampuh (a powerful medium) dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat secara serempak. Televisi juga mempunyai daya jangkau yang  luas dan mampu meniadakan batas wilayah geografis, sistem sosial, politik dan budaya masyarakat pemirsa.
Akan tetapi selain yang disebutkan diatas, sangat penting kita ketahui bahwasannya televisi juga mempunyai potensi yang sangat besar dalam mempengaruhi sikap seseorang, kreativitas, motivasi, pandangan hidup, gaya hidup, dan juga orientasi masyarakat. Dengan demikian, salah satu bentuk pendayagunaan tegnologi komunikasi adalah media televisi. Media televisi sebagai media yang terbukti memiliki kemampuan yang sangat efektif sehingga dimanfaatkan untuk penyiaran program-program pembelajaran  bagi masyarakat secara nasional. Warsita, (2008:11)
3. Jenis Jenis media yang bersifat pembelajaran
d.      KLASIFIKASI
JENIS MEDIA
Media yang tidak diproyeksikan (non projected media)
Realit, model, bahan grafis (grapic material), display
Media yang diproyeksikan (projected media)
OHT, Slide, Opaque
Media video (video)
Audio Kaset, Audio Vission, active audio vission
Media video (video)
Video
Media berbasis komputer (computer based media)
Computer Assisted Intruction (CAI) Computer Managed Instruction (CMI)
Multimedia kit
Perangkat Praktikum
Uno, (2010:121-123)
Televisi termasuk kedalam media massa, media massa merupakan proses penyampaian pesan yang dilakukan antara komunikator dan khalayak tidak bisa saling melihat secara langsung.bmedia berrperan penting dalam mendisstribusikan pesan kepada khalayak banyak. Dengan demikian , media bukan hanya sebagai saluran komunikasi melainkan juga menjadi metode mendistribusikan pesan. Dalam konteks pendidikan, pesan-pesan mendidik banyak yang menggunakan media massa untuk saluran dan metode pendistribusiannya. Kegiatan pendidikan melalui media massa menjadi bagian dari proses pendidikan informal ditengah masyarakat kita sekarang.
4. Kelebihan dan kekurangan televisi
Kelebihan dan kekurangan siaran televisi sebagai media pembelajaran.
Televisi sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.     Kelebihan
2.     Jangkauannya luas
3.     Tampilannya menarik dan modern
4.     Menampilkan objek atau kegiatan yang tidak bisa dilihat langsung oleh masyarakat luas
5.     Sifatnya langsung dan nyata
1.     Kekurangan
2.     Sifat komunikasinya hanya satu arah (tidak interaktif)
3.     Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus jadi tidak ada kesempatan untuk memahami pesa-pesannya.
4.     Hanya satu kali siaran, jadi jika sudah ketinggalan tayangan tidak bisa mengulangnya lagi.
1.     5. Peranan media massa televisi bagi masyarakat
Ledakan penduduk tanpa diimbangi dengan sarana dan prasarana pendidikan dalam bentuk gedung sekolah beserta peralatannya, akan menyebabkan kesebjangan antara cita-cita dengan kenyataan menjadi semakin menganga. Cita-cita adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kenyataan adalah “jumlah penduduk yang semakin meningkat pesat tanpa jumlah sarana dan prasarana pendidikan yang memadai”. Karena itu perlu lebih banyak dicurahkan kepada peanfaatan media massa yang secara teknologis telah maju begitu pesat dan telah dipergunakan di Indonesia. Bahkan dengan dimilikinya SKSD Palapa sebagai media komunikasi satelit, Indonesia dalam bidang teknologi komunikasi elektronik jauh lebih maju daripada negara-negara lainnya.
Menurut Yunus (1942 : 78) dalam bukunya Attarbiyatu Watta‘Liim mengungkapkan (Azhar Arsyad, 2002: 16) bahwasannya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indra dan lebih dapat menjamin pemahaman orang yang mendengarkan saja tidak sama tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarnya. Selanjutnya Ibrahim (1946: 342) menjelaskan betapa pentingnya media karena media membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbaharui semangat mereka menetepkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.
Media massa elektronik televisi dapat mencapai langsung keluarga-keluarga diseluruh Indonesia, karena media tersebut tidak mengenal daratan dan lautan, gunung-gunung dan lembah -lembah dengan sistem mutakhir, suatu pesan komunikasi dari ibu kota negara, misalnya dapat diterima secara serempak pada saat yang sama. Berbagai media massa elektronik beserta keampuhannya dalam menyebarkan pesan-pesan pendidikan kepada keluarga-keluarga Indonesia diseluruh pelosok tanah air, akan besar dampaknya kepada mereka apabila media itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merealisasikan gagasan terwujudnya masyarakat belajar. Effendy, (2008:100)
Kebiasaan menonton televisi secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dalam lingkungan keluarga, disamping bermanfaat sebagai hiburan juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Warga bisa mengetahui hal-hal apa yang sedang terjadi didunia ini dengan menonton siaran televisi. Misalnya tanpa harus membaca koran, warga masyarakat akan tahu berita terakhir tentang apa yang terjadi di negara lain. Bahkan peristiwa meletusnya gunung berapi pun diketahui dari siaran televisi, bukan dari koran. Televisi juga sangat berguna bagi masyarakat agraris. Dengan menyaksikan berbagai acara televisi yang sangat menunjang usaha pertanian tersebut. Para petani desa juga menjadi tahu cara bercocok tanam yang baik, dan cara memelihara ternak yang baik agar cepat berkembang biak. Dari televisi, warga juga dapat memperoleh pengetahuan tentang berbagai usaha yang dilakukan agar kondisi lingkungan tetap terjaga sehingga lingkungan tempat tinggalnya tetap menunjang kehidupannya, serta pengetahuan-pengetahuan lain yang bermanfaat. Suhardi, (1996: 16-17)
Pembelajaran audio visual berbeda dengan pembelajaran lewat membaca buku. Pengetahuan yang hanya berupa kata-kata itu sulit dibayangkan. Terlebih lagi dibutuhkan fokus terhadap sesuatu yang sedang dibaca. Mungkin yang ada, justru kita akan merasa bosan dan pengetahuan yang dibaca akan mudah terlupakan.
Sebagai media informasi, tayangan televisi mampu memberikan informasi secara aktual dan cepat. Tayangan televisi dapat menayangkan informasi bersamaan saat terjadinya suatu peristiwa dan saat itu juga seluruh Indonesia dapat menyaksikannya secara serempak dalam waktu yang sama. Selain itu, tayangan televisi juga dapat menyiarkan informasi dari segala penjuru dunia sehingga masyarakat Indonesia dapat mengetahui adanya bencana alam di negara lain tanpa harus datang ke negara itu.
                                                 Bab III
                                                Penutup
Televisi sebagai media pembelajaran bagi masyarakat berarti televisi digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk masyarakat. Televisi dapat memberikan beberapa informasi yang bermanfaat untuk pembangunan negara. Dalam hal ini berkaitan dengan siaran-siaran televisis indonesia yang memliki nilai positif seperti ceramah keagamaan yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi untuk memberikan siraman rohani kepada para penontonnya. Selain itu juga ada siaran yang menyiarkan informasi tentang pertanian, usaha perdagangan, kerajinan tangan, informasi resep memasak, dan pengetahuan tentang cara mendidik anak-anak bagi para ibu-ibu.
Televisi dinilai dapat lebih efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas, karena siaran disiarkan secara bersamaan diseluruh penjuru desa. Jadi, seluruh masyarakat kota maupun desa dapat memperoleh informasi yang sama. Dengan ini masyarakat yang ada didesa tidak akan ketinggalan informasi lagi. Dan dengan adanya parabola, berbagai macam stasiun televisi juga bisa ditayangkan didesa terpencil sekalipun.
Daftar Pustaka
Effendy Uchjana Onong., 2008, Dinamika kominkasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Grob Bernard., 1999, Sistem Televisi dan Video. Jakarta: Erlangga.
Hamalik Oemar., 1986, Media Pendidikan, Bandung:  Penerbit Alumni.
Kartikasari, Pertiwi Wiwik, dkk., 1995, Pesan-pesan Budaya Film Anak-Anak Dalam Tayangan Televisi, Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan.
Kurniawan Erick., 2010, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementrian Pendidikan Nasionl.
Liliweri Alo., 1991, Media Massa, Jakarta: Prestasi Pustaka.
Soelaeman Munandar., 2000, Ilmu Sosial Dasar, Bandung: PT Refika Aditama.
Suhardi., 1996, Dampak Tayangan Media Televisi Terhadap Masyakat, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Uno B. Hamzah & Lamatenggo Nina., 2010, Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Warsita Bambang., 2008, Teknologi Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

URL https://dianaekasetiowatibki.wordpress.com/2016/05/17/televisi-sebagai-media-pembelajaran/