Siti Nurrokhmah
Email : Sitinurrohmah566@gmail.com
Bab I
Pendahuluan
Dewasa ini hampir setiap kehidupan tidak
terlepas dari dengan yang namanya teknologi. Dari mulai kita bangun tidur
hingga tidur kembali kita selalu berhubungan dengan teknologi. Televisi
telepon, radio, lemari es, kompor, listrik dan lain-lain merupakan produk
teknologi yang dapat mempermudah kegiatan kita sehari-hari. Jadi teknologi
memiliki peran penting untuk mengefisiensi kegiatan sehari-hari. Teknologi
muncul dikarenakan adanya kebutuhan manusia pada zaman purba. Mereka membuat
alat-alat sederhana yang dapat membantu memudahkan pekerjaan mereka. Kemjuan
teknologi dan komunikasi adalah salah satu faktor yang menunjang usaha
pembaharuan pendidikan. Pemerintah dan masyarakat telah menyadari akan
pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi kuminikasi dalam rangka mempeluas dan
meningkatkan pembelajaran kepada masyarakat
Dan salah satu teknologi yang sangat
berpengaruh penting terhadap kehidupan bangsa ini adalah media televisi. Apa
yang ditayangkan oleh tv memiliki peran penting dalam mengubah pola pikir masyarakat
disuatu bangsa. Tayangan televisi sebenarnya memiliki beberapa peran dalam
masyarakat. Peran-peran tersebut ialah sebagai media hiburan, pendidikan,
informasi, dan media promosi. Menurut Subroto (1994:17), televisi sebagai media
massa memiliki fungsi sebagai media pendidikan, hiburan, dan promosi.
Sebagai media hiburan, televisi memberikan
masyarakat berbagai tontonan segar. Adapun beberapa macam tayangan
tersebut, antara lain sinetron, komedi, kartun, film, dan drama. Di sini,
tayangan televisi akan menghibur masyarakat dan menyegarkan kembali pikiran
setelah seharian beraktivitas. Setelah beraktivitas, tentunya masyarakat akan
merasa lelah dan penat sehingga dibutuhkan suatu solusi yang tepat untuk
mengatasinya. Salah satunya adalah dengan menonton televisi. Tayangan televisi
juga berperan sebagai media pendidikan. Lewat tayangan televisi, kita telah
melakukan pembelajaran audio visual.
Belajar meruapakan hal
yang sangat penting untuk kelanjutan hidup manusia. Manusia harus terus belajar
untuk memenuhi tuntutan kehidupan, dan tuntutan zaman yang semakin maju. Tidak
seperti zaman dahulu, belajar hanya bisa dilakukan secara formal di sekolah.
Namun pada zaman sekarang, semakin majunya zaman, teknologi semakin canggih,
manusia semakin mudah untuk beraktifitas, begitupun dengan belajar tidak hanya
didapat dari bangku sekolah saja.
1. Tinjauan Teori/Konsep
Kata atau istilah televisi berasal dari
kata “tele” yang berarti jauh dan “vision” yang
berarti tampak. Jadi televisi berati melihat dari jauh. Televisi adalah alat
penerima informasi berupa gambar dan suara yang dapat menerima transmisi gambar
dan suara secara langsung (real time). Kurniawan, (2010: 8)
Kata televisi berarti “melihat dari kejauhan”.
pada mulanya televisi dimaksudkan sebagai suatu cara lain untuk menyiarkan
program-program berita dan hiburan-hiburan tetapi dengan gambar, seperti yang
dilakukan siaran radio untuk suara. Grob, (1999:1)
Menurut Sudrajat (1978), televisi adalah suatu
perlengkapan elektronik yang pada dasarnya adalah sama dengan gambar hidup yang
meliputi gambar dan suara. Dengan demikian gambar yang terdapat pada televisi
merupakan lambang komunikasi yang dapat dilihat dan didengar pada waktu yang
sama. Televisi ditinjau dari fungsi dan peranannya ditengah-tengah masyarakat
sebagai salah satu media yang potensial, terutama dalam rangka mendidik
masyarakat, misalnya tentang kesehatan dirumah, belajar memasak, membuat
kerajinan, ada pendidikan agama melalui ceramah agama dan mendidik masyarakat
untuk menjadi warga negara yang baik. Kartikasari, (1995: 30)
Menurut KBBI, Televisi artinya
adalah sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui
kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya
(gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali
menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar.
Media berasal dari bahasa latin yang mempunyai
arti “antara”. Makna tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang
digunakan untuk membawa suatu informasi dari suatu sumber kepada penerima.
Sejumlah pakar membuat pembatasan tentang media, diantaranya yang dikemukakan
oleh Asociation of Education and Communication Tecnology (AECT)Amerika.
Menurut AECT, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan
untuk menyalurkan pesan atau informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan
pembelajaran maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan
dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari sumber kepada penerima.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang
dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima.
Tujuannnya adalah merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran
media. Selain digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh, dapat juga
dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran,
memberikan penguatan maupun motivasi. Uno, (2010: 121)
Masyarakat dalam bahasa Inggris disebut Society,
asal katanya scius yang berati kawan. Adapun kata “masyarakat”
berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk, artinya bergaul. Para ahli
seperti Maclver, J.L, Gillin, dan J.P. Gillin sepakat, bahwa adanya saling
bergaul dan interksi karena mempunyai nilai-nilai, norma-norma, cara-cara dan
prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan
kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat
tertentu, yang bersifat berkelanjutan dan terikat oleh suatu rasa identitas
bersama. Soelaeman, (2000:122)
Bab II
Pembahasan
1. Perkembangan televisi
Perkembangan televisi sebagai media massa
elektronik pada awalnya dimulai dengan hadirnya kamera televisi yang ditemukan
oleh Vladimir Zworykin pada tahun 1923. Sampai pada tahun 1948 kehadiran
televisi dianggap diperuntukkan bagi masyarakat elit. Baru ketika pada tahun
1946 tahun 1948 televisi mulai menyiarkan berita dan hiburan secara teratur
maka perkembangan televisi sebagai media massa memasuki tahap populer samapai
dengan tahun 1987. Arahan program-program televisi secara spesialisasi terjadi
baru sejak tahun 1980 an yang memperkenaalkan aplikasi gabungan jaringan
televisi kabel yang memberkan kemungkinan khalayak dapat memilih chanel sendiri
untuk pilihan program tertentu. Bahkan pada jaringan yang lain telah
diaplikasikan pemesanan produk dari pasar swalayan karena khalayak telah
menonton iklan produk itu lewat televisi. Liliweri, (1991:15-16)
2. Pengertian televisi sebagai media
pembelajaran
Pada saat ini masyarakat masih banyak yang
berpendapat bahwa televisi adalah tergolong dari suatu benda yang mewah dan
banyak mudorotnya atau banyak keburukannya dibandingkan manfaatnya bagi. Hal
ini tidak lain karena pada zaman moderen ini banyak sekali tayangan-tayangan
yang tak semestinya ditayangkan, seperti adanya film yang menayangkan tragedi
KDRT atau aksi-aksi pemukulan dan terlebih-lebih pemerkosaan. Hal ini sangan
tidak baik jika ditonton oleh anak yang masih dalam masa pertumbuhan, karena
dapatmempengaruhi keadaan psikisnya. Hamalik, (1986:136)
Namun tidak sedikit pula tayangan televisi
yang memberikan tontonan yang bermanfaat bagi masyarakat, dan dianggap dapat
mengubah perilaku masyarakat kearah yang positif. seperti, tanyangan keagamaan
berumah ceramah agama, tayangan memasak yang dapat memberikan informasi tentang
resep masakan, tayangan masa kini yang menyajikan informasi mengenai
pengetahuan keagamaan yang dikemas dengan sedemikian rupa sehingga masyarakat
lebih mudah mencerna. Siaran televisi (TV) merupakan media yang sangat ampuh (a
powerful medium) dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat secara
serempak. Televisi juga mempunyai daya jangkau yang luas dan mampu
meniadakan batas wilayah geografis, sistem sosial, politik dan budaya masyarakat
pemirsa.
Akan tetapi selain yang disebutkan diatas,
sangat penting kita ketahui bahwasannya televisi juga mempunyai potensi yang
sangat besar dalam mempengaruhi sikap seseorang, kreativitas, motivasi,
pandangan hidup, gaya hidup, dan juga orientasi masyarakat. Dengan demikian,
salah satu bentuk pendayagunaan tegnologi komunikasi adalah media televisi.
Media televisi sebagai media yang terbukti memiliki kemampuan yang sangat
efektif sehingga dimanfaatkan untuk penyiaran program-program pembelajaran bagi
masyarakat secara nasional. Warsita, (2008:11)
3. Jenis Jenis media yang bersifat
pembelajaran
|
d.
KLASIFIKASI
|
JENIS MEDIA
|
|
Media yang tidak
diproyeksikan (non projected media)
|
Realit, model, bahan
grafis (grapic material), display
|
|
Media yang
diproyeksikan (projected media)
|
OHT, Slide, Opaque
|
|
Media video (video)
|
Audio Kaset, Audio
Vission, active audio vission
|
|
Media video (video)
|
Video
|
|
Media berbasis
komputer (computer based media)
|
Computer Assisted
Intruction (CAI) Computer Managed Instruction (CMI)
|
|
Multimedia kit
|
Perangkat Praktikum
|
Uno, (2010:121-123)
Televisi termasuk kedalam media massa, media
massa merupakan proses penyampaian pesan yang dilakukan antara komunikator dan
khalayak tidak bisa saling melihat secara langsung.bmedia berrperan penting
dalam mendisstribusikan pesan kepada khalayak banyak. Dengan demikian , media
bukan hanya sebagai saluran komunikasi melainkan juga menjadi metode
mendistribusikan pesan. Dalam konteks pendidikan, pesan-pesan mendidik banyak
yang menggunakan media massa untuk saluran dan metode pendistribusiannya.
Kegiatan pendidikan melalui media massa menjadi bagian dari proses pendidikan
informal ditengah masyarakat kita sekarang.
4. Kelebihan dan kekurangan televisi
Kelebihan dan kekurangan siaran televisi
sebagai media pembelajaran.
Televisi sebagai media pembelajaran memiliki
beberapa kelebihan, diantaranya:
1. Kelebihan
2. Jangkauannya luas
3. Tampilannya menarik dan modern
4. Menampilkan objek atau kegiatan yang tidak
bisa dilihat langsung oleh masyarakat luas
5. Sifatnya langsung dan nyata
1. Kekurangan
2. Sifat komunikasinya hanya satu arah (tidak
interaktif)
3. Televisi pada saat disiarkan akan berjalan
terus jadi tidak ada kesempatan untuk memahami pesa-pesannya.
4. Hanya satu kali siaran, jadi jika sudah
ketinggalan tayangan tidak bisa mengulangnya lagi.
1. 5. Peranan media massa televisi bagi masyarakat
Ledakan penduduk tanpa diimbangi dengan sarana
dan prasarana pendidikan dalam bentuk gedung sekolah beserta peralatannya, akan
menyebabkan kesebjangan antara cita-cita dengan kenyataan menjadi semakin
menganga. Cita-cita adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Kenyataan adalah
“jumlah penduduk yang semakin meningkat pesat tanpa jumlah sarana dan prasarana
pendidikan yang memadai”. Karena itu perlu lebih banyak dicurahkan kepada
peanfaatan media massa yang secara teknologis telah maju begitu pesat dan telah
dipergunakan di Indonesia. Bahkan dengan dimilikinya SKSD Palapa sebagai media
komunikasi satelit, Indonesia dalam bidang teknologi komunikasi elektronik jauh
lebih maju daripada negara-negara lainnya.
Menurut Yunus (1942 : 78) dalam bukunya
Attarbiyatu Watta‘Liim mengungkapkan (Azhar Arsyad, 2002: 16) bahwasannya media
pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indra dan lebih dapat menjamin
pemahaman orang yang mendengarkan saja tidak sama tingkat pemahamannya dan
lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat,
atau melihat dan mendengarnya. Selanjutnya Ibrahim (1946: 342) menjelaskan
betapa pentingnya media karena media membangkitkan rasa senang dan gembira bagi
murid-murid dan memperbaharui semangat mereka menetepkan pengetahuan pada benak
para siswa serta menghidupkan pelajaran.
Media massa elektronik televisi dapat mencapai
langsung keluarga-keluarga diseluruh Indonesia, karena media tersebut tidak
mengenal daratan dan lautan, gunung-gunung dan lembah -lembah dengan sistem
mutakhir, suatu pesan komunikasi dari ibu kota negara, misalnya dapat diterima
secara serempak pada saat yang sama. Berbagai media massa elektronik beserta
keampuhannya dalam menyebarkan pesan-pesan pendidikan kepada keluarga-keluarga
Indonesia diseluruh pelosok tanah air, akan besar dampaknya kepada mereka
apabila media itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merealisasikan gagasan
terwujudnya masyarakat belajar. Effendy, (2008:100)
Kebiasaan menonton televisi secara
bersama-sama maupun sendiri-sendiri dalam lingkungan keluarga, disamping
bermanfaat sebagai hiburan juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Warga
bisa mengetahui hal-hal apa yang sedang terjadi didunia ini dengan menonton
siaran televisi. Misalnya tanpa harus membaca koran, warga masyarakat akan tahu
berita terakhir tentang apa yang terjadi di negara lain. Bahkan peristiwa
meletusnya gunung berapi pun diketahui dari siaran televisi, bukan dari koran.
Televisi juga sangat berguna bagi masyarakat agraris. Dengan menyaksikan
berbagai acara televisi yang sangat menunjang usaha pertanian tersebut. Para
petani desa juga menjadi tahu cara bercocok tanam yang baik, dan cara
memelihara ternak yang baik agar cepat berkembang biak. Dari televisi, warga
juga dapat memperoleh pengetahuan tentang berbagai usaha yang dilakukan agar
kondisi lingkungan tetap terjaga sehingga lingkungan tempat tinggalnya tetap
menunjang kehidupannya, serta pengetahuan-pengetahuan lain yang bermanfaat.
Suhardi, (1996: 16-17)
Pembelajaran audio visual berbeda dengan
pembelajaran lewat membaca buku. Pengetahuan yang hanya berupa kata-kata itu
sulit dibayangkan. Terlebih lagi dibutuhkan fokus terhadap sesuatu yang sedang
dibaca. Mungkin yang ada, justru kita akan merasa bosan dan pengetahuan yang
dibaca akan mudah terlupakan.
Sebagai media informasi, tayangan televisi
mampu memberikan informasi secara aktual dan cepat. Tayangan televisi dapat
menayangkan informasi bersamaan saat terjadinya suatu peristiwa dan saat itu
juga seluruh Indonesia dapat menyaksikannya secara serempak dalam waktu yang
sama. Selain itu, tayangan televisi juga dapat menyiarkan informasi dari segala
penjuru dunia sehingga masyarakat Indonesia dapat mengetahui adanya bencana
alam di negara lain tanpa harus datang ke negara itu.
Bab III
Penutup
Televisi sebagai media pembelajaran bagi
masyarakat berarti televisi digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk
masyarakat. Televisi dapat memberikan beberapa informasi yang bermanfaat untuk
pembangunan negara. Dalam hal ini berkaitan dengan siaran-siaran televisis
indonesia yang memliki nilai positif seperti ceramah keagamaan yang disiarkan
oleh beberapa stasiun televisi untuk memberikan siraman rohani kepada para
penontonnya. Selain itu juga ada siaran yang menyiarkan informasi tentang
pertanian, usaha perdagangan, kerajinan tangan, informasi resep memasak, dan
pengetahuan tentang cara mendidik anak-anak bagi para ibu-ibu.
Televisi dinilai dapat lebih efektif dalam
memberikan informasi kepada masyarakat luas, karena siaran disiarkan secara
bersamaan diseluruh penjuru desa. Jadi, seluruh masyarakat kota maupun desa
dapat memperoleh informasi yang sama. Dengan ini masyarakat yang ada didesa
tidak akan ketinggalan informasi lagi. Dan dengan adanya parabola, berbagai
macam stasiun televisi juga bisa ditayangkan didesa terpencil sekalipun.
Daftar Pustaka
Effendy Uchjana Onong., 2008, Dinamika
kominkasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Grob Bernard., 1999, Sistem Televisi
dan Video. Jakarta: Erlangga.
Hamalik Oemar., 1986, Media
Pendidikan, Bandung: Penerbit Alumni.
Kurniawan Erick., 2010, Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementrian
Pendidikan Nasionl.
Liliweri Alo., 1991, Media Massa, Jakarta:
Prestasi Pustaka.
Soelaeman Munandar., 2000, Ilmu Sosial
Dasar, Bandung: PT Refika Aditama.
Suhardi., 1996, Dampak Tayangan Media
Televisi Terhadap Masyakat, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Uno B. Hamzah & Lamatenggo Nina.,
2010, Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran, Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Warsita Bambang., 2008, Teknologi
Pembelajaran, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
URL
https://dianaekasetiowatibki.wordpress.com/2016/05/17/televisi-sebagai-media-pembelajaran/